Baru-baru ini, rekan-rekan dikejutkan dengan beberapa berita baik di media-media massa yang membahas tentang dunia bisnis dan investasi khususnya di Pasar Modal. Bagaimana tidak mengejutkan, menjelang penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat cukup tinggi (yaitu +2.59%) dan mencapai level tertinginya (All Time High) ke level 5.791.

psot _ apa itu S&P

Bukan tanpa alasan, kenaikan IHSG yang begitu tajam tersebut (sekitar pukul 15.10 , pada jum’at 19 Mei 2017) terjadi setelah Lembaga Pemeringkat Investasi: Standar and Poor’s menaikan rating Indonesia menjadi “Investments Grade” yaitu negara yang “Layak Investasi”. Peringkat ini amat penting untuk Indonesia, menurut rekan-rekan mengapa demikian?

Menurut pendapat saya, peringkat-peringkat semacam ini menjadi acuan bagi investor besar dan manajer investasi khsusnya asing untuk melakukan investasi yang cukup besar di Indonesia. Hal ini telah dirasakan langsung di pasar modal kita, IHSG seketika melejit, uang panas dan aliran modal dari luar negeri langsung masuk begitu derasnya.

1477146876740.jpgSaya dan team dari Angkasa Garudatama juga cukup mencermati pergerakan tingkat suku bunga yang cenderung rendah, berarti dapat kita prediksi, kedepannya dana akan banyak mengalir ke pasar modal kita. Dengan demikian mimpi IHSG menuju level 6.000 (bahkan melewati) bukan lagi sekedar mimpi belaka. “Ini sudah mantap, TLKM kita cuan lebar”, ujar kami saat menatap layar monitor.

Hal tersebut membuktikan bahwa betapa pentingnya hasil rating dari Lembaga Pemeringkat Internasional seperti Standard and Poor’s (S&P).

diskusi,saran,dan masukkan -> Line: anggitrizky , WA: 085768018905

Advertisements