Selamat datang rekan-rekan Angkasa Garudatama
Semoga anda semua dalam keadaan yang baik dan diberkati kesehatan oleh Tuhan YME

Karena banyaknya request yang cukup banyak dari rekan-rekan sekalian, kali ini saya akan menulis tentang Perbedaan Antara “Kebijakan Fiskal” dan “Kebijakan Moneter”.

 

“Kebijakan Fiskal” dan “Kebijakan Moneter”

Bagi kita yang sudah pernah mempelajari ilmu Ekonomi Makro, mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan dua kebijakan ini, karena pada dasarnya, dua kebijakan ini diambil oleh pemerintah/otoritas yang diberi wewenang untuk melakukan stabilisasi terhadap suatu perekonomian dan letak perebedaan nya adalah pada instrumen kebijakan yang digunakan.

Di Negara Indonesia, Kebijakan Fiskal merupakan beberapa langkah yang di ambil oleh pemerintah untuk mengatur penerimaan pajak (Tax Revenue) dan belanja negara (Government Spending).
Sedangkan Kebijakan Moneter merupakan langkah yang di ambil Bank Sentral untuk mengatur Jumlah Uang Beredar dengan instrumen seperti Tingkat Suku Bunga.

Pihak yang diberi wewenang untuk mengatur dua kebijakan tersebut adalah
Kementrian Keuangan (Pemerintah Pusat) untuk Kebijakan Fiskal, dan
Bank Sentral (Bank Indonesia) untuk Kebijakan Moneter

KEBIJAKAN FISKAL

014364300_1439543521-ilustrasi-apbn.jpg

Pemerintah berwenang melakukan pengaturan terhadap besaran penerimaan pajak (tax revenue) dan belanja pemerintah (government spending) yang pada akhirnya akan berdampak pada beberapa aspek dalam perekonomian. Beberapa tujuan Kebijakan Fiskal adalah untuk mengatasi Tingkat Pengangguran, mengatur Konsumsi Masyarakat, dan Pelaksanaan Pembangunan Ekonomi. Untuk Tingkat Pengangguran, pemerintah mengatur besaran belanja untuk menciptakan lapangan kerja baru. Untuk mengatur Konsumsi Masyarakat Masyarakat, Pemerintah menetapkan besaran pajak yang akan dipungut. Pajak yang rendah menyebabkan masyarakat untuk mengkonsumsi lebih banyak ketimbang pajak yang lebih tinggi, begitu juga sebaliknya. Sedangkan untuk Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah melalui kebijakan ini untuk mengatur besaran belanja yang digunakan untuk pembangunan sarana-sarana yang mempermudah jalannya perekonomian (sebagai contoh: pembangunan infrastruktur). Pada akhirnya kebijakan ini sangatlah penting diambil secara tepat untuk pertumbuhan Ekonomi Indonesia yang baik dan berkelanjutan (Sustainability Growth of Indonesia Economy)

KEBIJAKAN MONETER

pertumbuhan-jumlah-uang-beredar-melambat.jpg

Yang diberi wewenang untuk mengatur kebijakan ini adalah Bank Sentral, dalam hal ini adalah Bank Indonesia. Bank Indonesia bertugas mengatur Jumlah Uang Beredar (JUB) yang ada di dalam Perekonomian dengan beberapa instrumen kebijakan, antara lain: pengaturan terhadap Tingkat Suku Bunga, Operasi Pasar Terbuka, Penetapan Cadangan Wajib Minimum, dan Pengaturan Terhadap Kredit dan Pembiayaan.
Tingkat Suku Bunga (Interest rate) mislanya, merupakan salah satu instrumen kebijakan yang digunakan Bank Indonesia dengan cara menaikan atau menurunkannya untuk mengatur Jumlah Uang Beredar (JUB)tersebut, jika suku bunga tinggi, maka banyak masyarakat berminat menyimpan uang nya di Bank dan pada akhirnya akan mengurangi JUB, begitu juga sebaliknya, jika suku bunga rendah, masyarakat lebih memilih untuk tidak menyimpan uangnya di Bank dan pada akhirnya menambah JUB dalam perekonomian.
Pada Operasi Pasar Terbuka, Bank Indonesia menjual dan membeli SBI nya (Sertifikat Bank Indonesia) untuk mengatur peredaran JUB.
Selain itu ada juga Penentuan Cadangan Wajib Minimum yang berfungsi untuk memberikan aturan kepada Bank Umum untuk menyimpan sejumlah uang dengan tingkat tertentu yang diwajibkan (semakin tinggi kewajiban, maka semakin rendah JUB, begitu juga sebaliknya)

Kurang lebih begitulan perbedaan antara Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter. Pada dasarnya keduanya berguna untuk melakukan stabilisasi dalam perekonomian. Yang membedakan hanyalah pada “Instrumen Kebijakan” yang digunakan.

Kesimpulan:
FISKAL: Penerimaan dan Belanja (Instrumen: APBBN – Penerimaan Pajak dan Belanja Pemerintah)
MONETER: Pengaturan terhadap Jumlah Uang Beredar (Instrumen: Tingkat Suku Bunga)

Baiklah rekan-rekan sekalian, terima kasih telah membaca tulisan saya kali ini mengenai Kebijakan Fiskal dan Kebijakan Moneter. Semoga ini membantu memberikan pencerahan kepada teman-teman yang belum mengerti apa itu perbedaan antara dua kebijakan ini. Salam Sejahtera.

diskusi, krtik, dan saran
Line: anggitrizky
WA: 085768018905

Advertisements